Menurut Kantor Berita ABNA, Serangan udara baru-baru ini di perbatasan Irak-Suriah dilakukan untuk mencegah serangan milisi terhadap pasukan AS," tulis Thomas-Greenfield pada Selasa, 29 Juni 2021.
"Tanggapan militer ini diambil setelah opsi non-militer terbukti tidak memadai untuk mengatasi ancaman, dengan tujuan untuk meredakan situasi dan mencegah serangan lebih lanjut," tambahnya seperti dikutip laman Farsnews.
Pada Senin lalu, pesawat tempur AS menyerang posisi Brigade 14 Hashd al-Shaabi di daerah Abu Kamal. Empat anggota Hashd al-Shaabi dan seorang anak Suriah gugur dalam serangan itu.
Departemen Pertahanan AS dalam sebuah siaran pers, mengaku bertanggung jawab atas serangan udara di beberapa daerah di Suriah dan Irak. Serangan ini dilakukan atas perintah Presiden Joe Biden.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Irak mengecam serangan tersebut dan menganggap tindakan AS sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan dan keamanan warga Irak. (RM)
342/